Utamakan Bahasa Ibu
Posted In:
Artikel
.
By Admin
Masih banyak orangtua yang sering menganggap anak kecil akan bingung jika dikenalkan dua bahasa sekaligus. Ada kekhawatiran, bukannya menguasai dua bahasa tersebut dengan baik. Malah anak bingung. Mereka berpikir, belajar satu bahasa saja sulit, apalagi lebih dari satu.
Untuk orangtua yang memiliki pandangan semacam ini, masih terdapat beberpa pendidikan prasekolah yang tidak menggunakan dua bahasa secara bersamaan atau system bilingual. Salah satu TK Keponpong yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Kepala Sekolah TK Kepompong Candi Rasidi mengungkapkan bahwa anak-anak usia dini masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan bahasanya. Dengan demikian, bahasa asing yaitu bahasa Inggris yang diberikan kepada anak didik Taman Bermain Kepompong hanya terbatas diajarkan melalui lagu-lagu, tidak sebagai mata pelajaran.
“Ada beberapa anak yang kemampuan berbahsanya tinggi sehingga tidak masalah, tetapi ada beberapa anak yang kemampuan bahasanya standar saja. Itu yang akan bermasalah kalau mereka diajarkan bilingual. Tapi, itu juga masih berupa penelitian. Kalau saya secara pribadi, ajarkan anak bahasa utamanya dulu. Begitu sudah lengkap, baru kita ajarkan bahasa lainnya”, Ujar Candi Rasidi.
Selain itu, Taman Kreativitas Anak Indonesia (TKAI) yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, juga menggunakan bahasa Inggris secara terbatas. Misalnya, pada saat menyebutkan benda, warna, atau menyanyi lagu berbahasa Inggris. Sementara, bahasa pengantar kegiatan mengajar belajar utama yang dipergunakan adalah bahasa Indonesia.
“Kami memakai bahasa Indonesia karena ingin memperkuat bahasa ibu dan anak. Sebab, sekarang ini banyak sekali anak-anak yang terlambat bicara. Kami berpendapat, kalau kami memberikan dalam bahasa Inggris, tetapi tidak dipakai di dalam rumah dan lingkungannya, maka tidak efektif”, tutur Kepala Sekolah TKIA Andriani.
Untuk orangtua yang memiliki pandangan semacam ini, masih terdapat beberpa pendidikan prasekolah yang tidak menggunakan dua bahasa secara bersamaan atau system bilingual. Salah satu TK Keponpong yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Kepala Sekolah TK Kepompong Candi Rasidi mengungkapkan bahwa anak-anak usia dini masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan bahasanya. Dengan demikian, bahasa asing yaitu bahasa Inggris yang diberikan kepada anak didik Taman Bermain Kepompong hanya terbatas diajarkan melalui lagu-lagu, tidak sebagai mata pelajaran.
“Ada beberapa anak yang kemampuan berbahsanya tinggi sehingga tidak masalah, tetapi ada beberapa anak yang kemampuan bahasanya standar saja. Itu yang akan bermasalah kalau mereka diajarkan bilingual. Tapi, itu juga masih berupa penelitian. Kalau saya secara pribadi, ajarkan anak bahasa utamanya dulu. Begitu sudah lengkap, baru kita ajarkan bahasa lainnya”, Ujar Candi Rasidi.
Selain itu, Taman Kreativitas Anak Indonesia (TKAI) yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, juga menggunakan bahasa Inggris secara terbatas. Misalnya, pada saat menyebutkan benda, warna, atau menyanyi lagu berbahasa Inggris. Sementara, bahasa pengantar kegiatan mengajar belajar utama yang dipergunakan adalah bahasa Indonesia.
“Kami memakai bahasa Indonesia karena ingin memperkuat bahasa ibu dan anak. Sebab, sekarang ini banyak sekali anak-anak yang terlambat bicara. Kami berpendapat, kalau kami memberikan dalam bahasa Inggris, tetapi tidak dipakai di dalam rumah dan lingkungannya, maka tidak efektif”, tutur Kepala Sekolah TKIA Andriani.
0 Responses to Utamakan Bahasa Ibu
Something to say?