Meski sudah memiliki ketertarikan dan empati pada anak lain, anak batita mudah sekali terlibat pertengkaran kecil dan adu teriak dengan temannya. Dengn mudah dapat disimpulkan bahwa mereka belum terampil bekerja sama dan berbagi.

Oleh sebab itu, anak-anak memerlukan banyak sekali bantuan untuk belajar bagaimana bergiliran, berbagi, membuat kesepakatan, dan bekerja sama. Berikut ini bantuan yang dapat diberikan kepada si kecil untuk menjalin hubungan dengan teman-teman pertamanya:
  • Sering-seringlah mengajak si kecil berjalan-jalan mengelilingi lingkungan tempat tinggal. Bertegur sapa dengan orang-orang yang dikenal. Tunjukkan ketertarikan kita sebagai orangtua pada anak-anak sebaya dengan si kecil dengan cara menyapa, mengelus kepala atau pipi, menggenggam tangan, memuji kepandaian, atau menanggapi ocehan mereka.
  • Sering-sering mengunjungi taman bermain atau kelompok bermain setempat bersama si kecil. Jika si kecil suka, tidak ada salahnya memasukkan anak ke institusi prasekolah. Tetaplah terlibat dalam kelompok bermain di mana si kecil berada.
  • Tetapkan batasan-batasan perilaku nonkooperatif yang tidak boleh dilakukan, misalnya, memukul, menggigit, menendang, menjambak dan meludahi.
  • Temukan sebanyak-banyaknya dan pujilah perilaku kooperatif yang diperlihatkan si kecil, misalnya berbagi atau mau menunggu giliran.
  • Ajaklah si kecil sesekali mengunjungi anak sebayanya (tetangga, teman, sekolah atau saudara sepupunya). Sebelumnya, siapkan anak agar berada dalam kondisi yang nyaman untuk bermain bersama teman kecilnya, yaitu tidak dalam keadaan lapar, mengantuk atau lelah.