Sudah Siapkah si Kecil Sekolah?
Posted In:
Artikel
.
By Admin
Vera Itabiliana Psikolog anak mengatakan, bila orangtua ingin mencegah anaknya mengalami fobia sekolah, sebelum memasukkan anak ke sekolah harus dilihat dulu apakah anaknya sudah siap. Kesiapan yang dimaksud di sini meliputi siap secara mental, emosional, dan sosial. Banyak kasus anak yang mengalami fobia sekolah terjadi disebabkan belum siap memasuki lingkungan sekolah. Dengan demikian, si anak mengalami kesulitan menyesuaikan dengan lingkungan baru tersebut.
Kondisinya akan berbeda bila seorang anak sudah siap sekolah. Anak yang sudah siap sekolah mampu menunjukkan kemandirian lewat aktivitas rutin keseharian, misalnya makan, minum, mandi, dan berpakaian sendiri. Kalau pun ada bantuan dari orangtuanya atas aktivitasnya ini, itu hanya bersifat minimal.
Di samping itu, anak yang siap bersekolah cenderung mudah ceradaptasi dan bersosialisasi. “kalau pun sedang berkumpul dengan kawan-kawan sebayanya, tidak lagi ditemani ibu atau ayahnya”, kata Vera.
Anak juga sudah mulai menunjukkan minat belajar lebih luas dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Dia pun mulai tertarik dengan buku-buku bacaan dan menunjukkan minat bermain angka-angka.
Vera menyarankan, sebaiknya sebelum orangtua memutuskan memasukkan anak ke sebuah sekolah, terlebih dulu anak diajak belajar bersosialisasi dengan lingkungan terdekat, misalnya bermain dengan kawan-kawan tetangganya dan diperkenalkan dengan sanak saudaranya yang sebaya.
Anak juga mulai diperkenalkan untuk beradaptasi dengan aturan-aturan. Bisa dimulai dari atura-aturan sederhana di rumah, misalnya jadwal waktu mandi dan menonton telavisi. Kemudian, ketika anak sudah mulai menunjukkan minat bersekolah, orangtua perlu melibatkan anak dalam memilih sekolah. Orangtua bisa menyurvei 5 sekolah yang kemudian diseleksi hingga 2 sekolah pilihan. “Nah, terhadap 2 sekolah tadi, anak diajak mengunjungi sekolah itu dan menanyakan pendapat dia lebih suka bersekolah dimana?” tutur Vera.
Setelah si anak memutuskan memilih salah satu sekolah, maka berikan pula kesempatan bagi si anak untuk bertemu dan mengenal calon gurunya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi si anak. Dengan begitu, ketika dia pertama kali masuk sekolah nanti tidak merasa asingh dengan wajah guru tersebut.
Kondisinya akan berbeda bila seorang anak sudah siap sekolah. Anak yang sudah siap sekolah mampu menunjukkan kemandirian lewat aktivitas rutin keseharian, misalnya makan, minum, mandi, dan berpakaian sendiri. Kalau pun ada bantuan dari orangtuanya atas aktivitasnya ini, itu hanya bersifat minimal.
Di samping itu, anak yang siap bersekolah cenderung mudah ceradaptasi dan bersosialisasi. “kalau pun sedang berkumpul dengan kawan-kawan sebayanya, tidak lagi ditemani ibu atau ayahnya”, kata Vera.
Anak juga sudah mulai menunjukkan minat belajar lebih luas dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Dia pun mulai tertarik dengan buku-buku bacaan dan menunjukkan minat bermain angka-angka.
Vera menyarankan, sebaiknya sebelum orangtua memutuskan memasukkan anak ke sebuah sekolah, terlebih dulu anak diajak belajar bersosialisasi dengan lingkungan terdekat, misalnya bermain dengan kawan-kawan tetangganya dan diperkenalkan dengan sanak saudaranya yang sebaya.
Anak juga mulai diperkenalkan untuk beradaptasi dengan aturan-aturan. Bisa dimulai dari atura-aturan sederhana di rumah, misalnya jadwal waktu mandi dan menonton telavisi. Kemudian, ketika anak sudah mulai menunjukkan minat bersekolah, orangtua perlu melibatkan anak dalam memilih sekolah. Orangtua bisa menyurvei 5 sekolah yang kemudian diseleksi hingga 2 sekolah pilihan. “Nah, terhadap 2 sekolah tadi, anak diajak mengunjungi sekolah itu dan menanyakan pendapat dia lebih suka bersekolah dimana?” tutur Vera.
Setelah si anak memutuskan memilih salah satu sekolah, maka berikan pula kesempatan bagi si anak untuk bertemu dan mengenal calon gurunya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi si anak. Dengan begitu, ketika dia pertama kali masuk sekolah nanti tidak merasa asingh dengan wajah guru tersebut.
0 Responses to Sudah Siapkah si Kecil Sekolah?
Something to say?