Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oranngtua dalm menangani masalah fobia sekolah, antara lain:
  • Tetap menekankan pentingnya bersekolah kepada anak. Tetaplah bersikap hangat, penuh pengertian, tetapi tegas dan bijaksana sambil menenangkan anak bahwa semua akan lebih baik setibanya dia di sekolah.
  • Berusahalah tegas dan konsisten dalam bereaksi terhadap keluhan, rengekan, tantrum, ataupun rajukan anak yang tidak mau sekolah.
  • Konsultasikan masalah kesehatan anak pada dokter. Dokter dapat membantu orangtua memberikan diagnosa, apakah keluhan anak merupakan pertanda dari adanya strees terhadap sekolah atau karena penyakit lain yang perlu ditangani secara seksama.
  • Bekerja sama dengan guru kelas atau asisten lain di sekolah. Berdiskusi dengan guru untuk meneliti factor atau penyebab di sekolah (misalnya diejek teman, dipukul, dan sebagainya) adalah langkah yang bermanfaat dalam upaya memahami situasi yang biasa dihadapi anak setiap hari.
  • Lepaskan anak secara bertahap. Pada hari-hari pertama, orangtua berada di dalam kelas dan lama-kelamaan bergeser sedikit demi sedikit di luar kelas, tetapi masih dalam jangkauan penglihatan anak. Jika anak sudah merasa nyaman dengan lingkungn baru dan tampak happy dengn teman-temannya, maka sudah waktunya orangtua untuk meninggalkan si anak di kelas demi menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian anak.
  • Luangkan waktu untuk berdiskusi atau berbicara dengan anak. Di sini orangtua pun dapat mengajarkan cara-cara atau strategi yang bisa anak gunakan dalam menghadapi situasi yang menakutkan.
  • Konsultasikan pada psikolog atau konselor jika masalah ini terjadi berlarut-larut Psikolog atau konselor akan membantu menemukan pokok persoalan yang mendasari ketakutan, kecemasan anak sekaligus menemukan elemen lain yang tidak terpikirkan oleh keluarga